logo

Written by PA Nganjuk on . Hits: 154

KUALITAS PUASA
 
Setiap pekerjaan besar selalu ada pengawasan yang akan memberikan penilaian terhadap pekerjaan tersebut. Pengawas menilai hasil pekerjaan berdasarkan juklak dan ketentuan yang ada. Selanjutnya akan merekomendasikan untuk menerima atau tidak menerima pekerjaan itu. Dalam penilaiannya bervariasi sesuai kualitas pekerjaan dengan kreteria cukup, baik dan baik sekali.
Puasa merupakan pekerjaan besar dan ibadah yang sangat tinggi. Pengawasnya adalah malaikat yang selalu memantau jalanya ibadah setiap hamba. Malaikat akan merekomendasikan kepada Allah terkait pelaksanaan ibadah para hamba itu. Allah menentukan puasa hamba diterima tidaknya atau berpahala tidaknya. Puasa yang sesuai tata cara akan sah dan yang sesuai ketentuan akan berpahala.
Puasa akan sah apabila mengikuti petunjuk fiqih terutama memperhatikan syarat dan rukunnya serta pembatal-pembatalnya. Puasa yang sah tentu diterima dan dengan sahnya puasa tersebut dapat menggugurkan kewajiban seorang hamba. Puasa yang sudah sah berarti pula kewajiban hamba sudah terlaksana dan tidak dituntut lagi mengerjakannya. Namun puasa yang tidak sah tentu kewajiban belum gugur dan masih dituntut untuk mengerjakannya.
Selain keabsahan puasa tidak kalah pentingnya untuk menjadi perhatian adalah kualitas pekerjaannya. Besar kecilnya pahala tergantung pada tingkat kualitas puasa yang dikerjakan. Ibadah yang berkualitas tidak sekedar mampu menggugurkan kewajiban, tetapi akan mampu memberikan aura kebaikan bagi pelaksana ibadah. Puasa yang tidak berkualitas walaupun kewajiban sudah gugur tetapi bisa jadi pahalanya ikut gugur.
Berkenaan dengan kualitas ibadah puasa, banyak ulama terutama kalangan sufi yang menyorotinya dari segi pelaksana puasa dan bentuk pelaksanaannya. Sorotan tersebut paling tidak sebagai acuan bagi seorang muslim untuk memperbaiki dan meningkatkan ibadah puasa. Semakin baik kualitas puasa tentu semakin besar pengaruh dan manfaatnya dalam kehidupan. Ulama membagi tiga tingkatan kualitas puasa yaitu puasa umum, puasa khusus dan puasa sangat khusus. Shaum al-‘Umum, Shaum al-Khusus dan Shaum al-Khusus al-Khusus.
Puasa Umum
Pada tingkat ini, orang melaksanakan ibadah puasa hanya sekedar mencegah perut dari makan, minum dan menjaga diri dari godaan syahwat birahi. Selama puasa, sejak terbit fajar hingga terbenam matahari orang ini mampu tidak makan dan tidak minum. Puasa hanya sekadar memenuhi persyaratan dalam ibadah yaitu menahan lapar, haus, dan bersetubuh suami istri di siang hari. Sementara yang lainnya mereka tidak dapat menahan diri, seperti tidak mampu menjaga lidah dari berbohong, suka berkata keji, mengunjing, mengadu domba sesama manusia dan memfitnah orang lain.
Puasa dalam bentuk ini mungkin saja pahalanya ada tetapi sedikit, atau kalau terlalu parah bohong dan ucapan kejinya bisa jadi pahala hilang sama sekali. Berpuasa tanpa mendapatkan hasil dan tidak ada pengaruh terhadap pembentukan jiwa. Nabi pernah mengingatkan : ”Berapa banyak orang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain haus dan lapar”.
Secara hukum memang sudah sah tetapi kualitas puasanya sangat rendah. Bagi orang yang kebetulan berada di tingkat ini sebaiknya meningkatkan kualitas puasanya ke tingkat yang lebih baik lagi, karena tingkat ini termasuk kualitas rendah.
Puasa Khusus
Tingkat ini kualitasnya lebih tinggi dari tingkat puasa umum. Puasa dalam tingkatan ini tidak sekedar menahan perut dari makan dan minum serta menahan syahwat selama berpuasa. Siang dan malam menjaga segenap anggota tubuh dari berbuat dosa. Tingkatan ini menurut Imam Ghazali termasuk tingkatan puasanya orang-orang shaleh.
Segenap anggota tubuh yang mereka puasakan seperti lidah, hati, mata, perut, tangan dan kaki. Mereka selalu berusaha mencegah lidah dari berbohong, menggunjing, mengadu domba, membual dan mengobral perkataan yang tidak berguna. Mereka akan menjadikan lidah untuk sibuk berzikir kepada Allah, membaca Al-Qur’an dan berdiskusi mengkaji ilmu. Mencegah hati dari permusuhan dan kedengkian serta berprasangka buruk terhadap sesama manusia.
Menjaga mata dari memandang yang haram dan tidak memandang dunia dengan nafsu ambisi, tetapi memandang dunia untuk mengambil pelajaran dan ibrah. Puasa orang khusus juga mampu menjaga perut untuk tidak memasukan makanan yang haram ke dalamnya. Selain itu mereka juga menjaga tangan dan kaki dari bergerak dan melangkah ke tempat maksiat.
Orang yang kualitas puasa khusus ini tidak mau menerima sesuatu yang haram. Selalu berusaha menggapai dan meraih hal yang mengandung ketaatan serta dapat mendekatkan diri kepada Allah. Tidak mau juga melangkahkan kaki ke jurang kemaksiatan. Kaki berjalan menuju ketaatan kepada Allah dan mencari ridha-Nya.
Puasa pada tingkatan inilah kita dianjurkan mengikutinya. Apabila kualitas puasa kita berada pada tingkatan ini niscaya akan mampu meraih sikap takut kepada Allah. Orang yang takut kepada Allah tandanya orang itu bertaqwa dan terbentuknya pribadi taqwa adalah tujuan berpuasa.
Puasa Sangat Khusus
Istilah tingkat ini Shaum al-Khusus al-Khusus atau shaumu khawash al-khawash, istemewa di atas yang istemewa. Pada tingkat puasa ini, hati juga berpuasa dari segala cita-cita hina, termasuk melepas dari segala pikiran duniawi, serta mencegah dari sisi lain selain Allah.
Dalam tingkatan puasa ini, orang yang berpuasa tidak rela waktu mereka walau sesaat justru lalai mengingat Allah. Fokus ibadah puasa yang dilakukan pada tingkatan ini hanya semata-mata mengharap Ridha Allah dan mereka menganggap batal puasanya apabila lalai dari mengingat Allah. Puasa level ini masuk katagori tingkatan paling utama dan merupakan level puasa para Nabi serta orang-orang shiddiqin.
Semoga Allah Swt berkenan membimbing kita untuk melaksanakan ibadah puasa yang berkualitas, sehingga puasa kita bernilai pahala dan kita berhasil mencapai derajat muttaqiin.

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Nganjuk

Jl. Gatot Subroto - Nganjuk

No Telp : 0358-323744

Email Umum:

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Email Tabayun:

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Media Sosial:

Asset 4 Asset 2 Asset 5