logo

Written by Super User on . Hits: 21

UPACARA PERINGATAN HUT MAHKAMAH AGUNG RI

Nganjuk - Hari ulang tahun Mahkamah Agung Republik Indonesia yang ke-74 tanggal 19 Agustus 2019 yakni hari Senin. Meski demikian, upacara dalam rangka peringatan tersebut akan dilaksanakan pada hari beriktnya yaitu senin, bergeser ke hari kerja. Sesuai dengan Instruksi Sekretaris Mahkamah Agung, A.S. Pudjoharsoyo, S.H., M. Hum di Jakarta.

“Sesuai dengan instruksi YM Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. M. Hatta Ali, SH., MH. sekaligus untuk kebersamaan seluruh aparatur pengadilan, pelaksanaan upacara tetap dilaksanakan akan tetapi bergesr ke hari kerja,” ungkap Pudjoharsoyo.

Terkait dengan hal tersebut, Pudjoharsoyo menginstruksikan kepada segenap pimpinan pengadilan tingkat pertama dan banding di seluruh Indonesia agar melaksanakan upacara peringatan hari ulang tahun Mahkamah Agung di tempat masing-masing pada hari itu juga dimulai pukul 07.30 atau disesuaikan dengan keadaan setempat, dan bagi yang sedang cuti dapat mengikuti di tempat cuti yang bersangkutan.

Peringatan hari ulang tahun Mahkamah Agung ke-74 ini mengambil tema “Peradilan Modern Berbasis Teknologi Informasi Untuk Melayani”. Tema ini diharapkan untuk segenap pegawai Mahkamah Agung Republik Indonesia agar dapat menjadi pelayan masyarakat khususnya para pencari keadilan. yang baru saja memulai era baru dengan mengembangkan sistem peradilan berbasis elektronik terbaru (e-litigasi). Bahwa aplikasi e-litigasi adalah kelanjutan dari e-court yang diberlakukan untuk perkara perdata, perdata agama, tatausaha militer, dan tata usaha negara sejak tahun lalu.

Selain itu, sebagai aparatur lembaga peradilan, kita harus tetap prima dan tangguh kesehatannya dalam menghadapi berbagai tantangan dan problematika yang akhir-akhir ini banyak menjadi sorotan publik.

Setelah melaksanakan upacara dalam rangka HUT Mahkamah Agung Republik Indonesia, maka dilaksanakan kegiatan berikutnya yaitu menyaksikan launching e-litigasi oleh Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia. Menurutnya, dengan kehadiran e-litigasi migrasi dari sistem manual ke sistem elektronik tidak hanya dilakukan pada tataran administrasi perkara saja, namun dalam praktek persidangan. “Sistem elektronik tidak hanya diberlakukan dalam pendaftaran perkara, pembayaran panjar dan panggilan para pihak, tetapi diberlakukan juga dalam pertukaran dokumen jawab-jinawab, pembuktian, dan penyampaian putusan secara elektronik,” jelas Hatta Ali.

Perubahan sistem peradilan dengan menu e-litigasi ini disadari membutuhkan proses dan menghadapkan Mahkamah Agung dan badan-badan peradilan di bawahnya pada tantangan yang tidak mudah.

“Lompatan ini tentunya menjadi tantangan bagi kita semua untuk mempersiapkan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia yang handal agar mampu menjalankan sistem ini secara maksimal,” ungkap Hatta Ali

Karena itu, untuk sementara aplikasi ini akan diterapkan pada 13 pengadilan percontohan, yang terdiri dari 6 Pengadilan Negeri, 4 Pengadilan Agama dan 3 Pengadilan Tat Usaha Negara.

Pada tahun 2020 barulah seluruh pengadilan di Indonesia diharapkan sudah menerapkan e-litigasi ini. “pada saat matahari pertama kali terbit di tahun 2020, e-Litigasi ini dapat diterapkan oleh seluruh pengadilan tingkat pertama di Indonesia,” pungkas Hatta Ali. (tim_IT_Ngj)

Add comment


Security code
Refresh

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Nganjuk Klas 1B

Jalan Gatot Subroto - Nganjuk

Timur Terminal Bus Nganjuk

Telp: 0358-323744
Fax: 0358-323744

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Tautan Aplikasi