Artikel Detik News
- Satu Kantong Jenazah Berisi Potongan Tubuh Jasad Korban Sukhoi
- Ibunda Hidayat Nur Wahid Meninggal Dunia
- DPR Akan Panggil Kapolri Jelaskan Polemik Lady Gaga dan Ijin Ibadah
- DPR Akan Panggil Kapolri Jelaskan Polemik Lady Gaga dan Izin Ibadah
- Tim Evakuasi Sukhoi Marinir Gelar Syukuran, Undang Mapala UI & Angga
- Ingatkan Makan Pagi Jadi Kenangan Terakhir Adik Edward Korban Sukhoi
- Tim Rusia Bawa Satu Kantong Jenazah Berisi Serpihan Pesawat Sukhoi
- Jasad Edward Korban Sukhoi Akan Disemayamkan di TPU Pondok Kelapa
Religious Court Reform Awards
&
“Bonek”
*
|
|
Ketika Ketua PTA Bengkulu, Pak Wildan Suyuthi, membacakan rumusan hasil Komisi II, Komisi Lingkungan Peradilan Agama, pada Rapat Pleno Terakhir Rakernas Mahkamah Agung, bulan September 2011 di Jakarta, nampak ada nuansa lain yang berbeda dari komisi lainnya.
Nuansa lain itu terlihat pada lebih besarnya porsi rumusan yang berkaitan dengan bidang non yudisial, bila dibandingkan dengan bidang yang sama pada rumusan komisi lainnya. Walaupun tidak lebih besar dari porsi bidang yudisial, porsi bidang non yudisial cukup signifikan.
Kisah Sukses SIADPA akan Dibukukan World Bank
Jakarta l Badilag.net
Dalam waktu dekat World Bank akan menyusun buku tentang SIADPA sebagai bentuk dokumentasi terhadap dinamika terjadinya capacity building di lingkungan Peradilan Agama seiring dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang cukup signifikan.
Hal tersebut dikemukakan Egi Sutjiati, seorang konsultan pada World Bank dalam pertemuan dengan Dirjen Badilag Wahyu Widiana di Direktorat Pratalak Ditjen Badilag, di Jakarta, Jumat (27/4/2012).
Pojok Pak Dirjen
Posbakum, Oh... Posbakum
*

“Terima kasih, Pak. Saya sangat terbantu dengan adanya Posbakum ini. Saya bisa curhat tentang masalah keluarga yang menimpa saya. Dan saya dibantu solusinya. Bahkan, saya dibuatkan surat gugatannya.”
Kira-kira begitulah pengakuan seorang Ibu muda, sebut saja Pulanah, kepada saya di ruang Posbakum PA Surabaya beberapa waktu lalu.
Badilag Pakai Sistem "Paperless" untuk Berkas Kenaikan Pangkat Reguler
Jakarta|badilag.net (1/5/2012)
Ditjen Badilag tiada henti membuat terobosan baru. Kali ini, kebijakan penerbitan SK kenaikan pangkat reguler tenaga teknis peradilan agama tanpa usulan berkas dari pengadilan tingkat banding alias Paperless. Dengan sistem ini, waktu yang bibutuhkan untuk menerbitkan SK kenaikan pangkat akan lebih cepat.
Ditemui redaktur badilag.net di ruang kerjanya, Selasa (1/5/2012), Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama Purwosusilo mengatakan kebijakan ini dilakukan dengan memanfaatkan dokumen elektronik yang ada SIMPEG Online.
Badilag, HISSI dan MES Teken Nota Kesepahaman
Jakarta l Badilag.net
Peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan peradilan agama dalam menghadapi pesatnya perkembangan ekonomi syariah menjadi perhatian serius Ditjen Badilag Mahkamah Agung. Karena itu, Senin (7/5/2012), Ditjen Badilag menandatangani nota kesepahaman dengan Himpunan Ilmuwan dan Sarjana Syariah Indonesia (HISSI) dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).
Penandatanganan nota kesepahaman yang berlangsung di ruang rapat Ditjen Badilag ini dilakukan oleh Wahyu Widiana selaku Dirjen Badilag, Sekjen HISSI Dr. Jaenal Arifin dan Ketua MES Dr. Yuslam Fauzi.
More Articles...
- Perjuangkan Posbakum, Badilag Gandeng World Bank, AusAid dan PEKKA (9/5)
- Kedubes Saudi Arabia Siap Mendukung Peradilan Agama (11/5)
- Peduli Orang Miskin, Bukan Omong Kosong (11/5)
- Dirjen Badilag Melantik 10 Pejabat Eselon IV (14/5)
- Penilaian Website, PA Mempawah dan PTA Palembang Terbaik (15/5)
- Peradilan Agama Inginkan Penambahan Panitera Pengganti (26/4)
- Diam-diam Dirjen Badilag Datangi PA Jambi (7/3)
Page 1 of 15
Translate
Sekilas Berita Hukum
- Reformasi Birokrasi BUMN Melalui Pendelegasian Wewenang
- Pocket Lawyer Hambat Akses Pencari Keadilan
- Korupsi Diarahkan Menjadi Kejahatan Kemanusiaan
- ICW Laporkan Divestasi Saham Newmont ke KPK
- Gubernur BI Kalah Gugatan di PTUN
- MA Diminta Tolak PK Koruptor Buron
- KPK Harus Berani Gunakan Jerat Pencucian Uang
- Jenjang Kepaniteraan MK Semakin Jelas
- HKI Indonesia Bikin Andrea Hirata Sakit Hati
- Pemerintah Dituntut Perketat Syarat Outsourcing

























